RoyalFlush-Kontestan terkuat capres di Pilpres 2019 adalah Jokowi dan Prabowo. Mereka sudah memastikan ikut dalam kontestasi perebutan kursi RI-1. Akan terulang kembali persaingan seperti pada Pilpres 2014 lalu. Bedanya Jokowi semakin di atas angin, Prabowo semakin masuk kubangan. Ini penilaian awal dari perbandingan rasional. Tapi kembali lagi, dalam politik hitungan matematis tidak mutlak benar.
Menjadi capres hampir mirip dengan menjadi pedagang. Pedagang dengan track record terjamin akan mendapat pelanggan lebih banyak. Dia sudah punya pasar tersendiri. Terkadang membuat harga lebih mahal pun pelanggan tetap terima saja. Tetapi jangan terus menerus nanti pelanggan lama lari dan pelanggan baru tidak datang.
Sementara pedagang baru biasanya menawarkan barang dengan diskon heboh demi menggaet pembeli. Ia akan rela rugi asalkan mendapatkan pelanggan baru dan mendapat kesan bahwa jualan lebih murah dengan kualitas yang sama. Tetapi akan tiba saatnya pedagang baru – kalau sudah mendapat pelanggan tetap – akan menggunakan sistem pedagang lama karena tidak mau rugi terus menerus. Jadi harga lebih murah dengan kualitas sama adalah sebagai daya arik saja.
Tetapi masih ada jenis pedagang lagi, yaitu pedagang lama yang tak kunjung mendapat pelanggan tetap karena menjual barang sama harga dan bahkan kualitas lebih murah. Biasanya pelanggan yang datang ke sini adalah pelanggan yang tidak suka dengan pedagang lama sukses dan pedagang baru yang menarik.
Perumpamaan inilah yang sekarang terjadi terhadap Jokowi dengan Prabowo. Bedanya hanya pedagang baru yang penuh daya tarik belum ada dan mungkin tidak akan ada karena mungkin modal untuk berdagang belum ada atau keberanian untuk berdagang belum kunjung tumbuh. Jadilah capres (pedagang) di Pilpres 2019 hanya ada dua.
Pada 2014 Jokowi hadir dengan modal politik yang besar dari hasil kerja di Solo dan DKI. Rakyat sudah melihat track record Jokowi tidak diragukan lagi. Sudah terbukti dan pantas untuk dilanjutkan di lapak yang lebih besar lagi, Indonesia. Ditambah lagi modal politik dari JK, yah semakin dahsyat daya gempurnya. Selain itu Jokowi membawa politik dan cara berpolitik visioner, blusukan.
Sementara Prabowo, meskipun sama-sama capres baru, tidak punya modal politik besar. Modal uang mungkin berlimpah, apalagi didukung Bakrie. Prabowo tidak punya track record mengabdi negara sebagai seorang birokrat, kecuali prestasi militer. Itu pun berakhir tragis pemecatan dengan tidak hormat. Politik dan cara berpolitik Prabowo pun masih lama dan tidak ada kebaruan sama sekali. Pendampingnya pun tidak punya modal politik yang cukup untuk mendongkrak elektabilitas. Akhirnya mereka kalah tipis. Heran juga kog bisa kalah tipis.
Tidak mengherankan kalau Jokowi maju lagi untuk periode ke-2. Menurut hitung-hitungan matematis, melihat prestasi pemerintahan Jokowi selama ini, modal politik sangat jauh lebih besar dari sebelumnya. Dengan pembangunan infrastruktur yang masif dan merata seluruh Indonesia saja, Jokowi seharusnya sudah berada di atas angin. Kenapa infrastruktur sangat berpengaruh? Karena selama ini pembangunan infrastruktur terpusat di wilayah barat Indonesia, sementara wilayah tengah dan timur ditinggalkan dan diabaikan, dianaktirikan. Maka siapa pun presidennya, kalau membangun infrastruktur Indonesia secara masif dan merata, rakyat akan mendukungnya. Percayalah…
Kalau mau ditambahkan prestasi Jokowi selama memimpin negeri ini, maka tidak cukup hanya satu tulisan, terlalu banyak. Ini bukan pujian lugu seorang lelaki terhadap perempuan loh yah…
Selain infrastruktur, masih ada bidang lain yang pantas diacungi jempol, yang pemerintahan sebelumnya tidak mampu mencapainya. Di bidang kelautan misalnya, sudah banyak pencuri kekayaan laut Indonesia tidak berani lagi macam-macam, karena kehadiran Menteri Jokowi. Di bidang agraria, ada program pengadaan sertifikat untuk menjamin kepemilikan rakyat atas tanahnya. Di bidang ekonomi, mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional pada saat ekonomi global sedang mengalami kegentingan. Di bidang penanggulangan narkoba, mampu mencegah narkoba masuk berton-ton dengan mencegat di laut Indonesia, serta menanggap dan menghukum mati gembong narkoba. Secara keseluruhan mampu mengelola bangsa ini pada jalur yang tepat.
Sementara kalau berbicara tentang prestasi Prabowo, tidak ada yang mau diungkapkan ke publik. Mungkin Prabowo akan menawarkan pemimpin-pemimpin hasil pengkaderannya di Gerindra, tetapi jangan lupa bahwa ada juga kader Gerindra yang sangat memalukan. Mungkin Prabowo akan menawarkan visi-misinya kalau terpilih sebagai presiden, tetapi itu masih mimpi yang belum kenyataan. Bagaimana mungkin rakyat menggantungkan masa depannya kepada seseorang yang belum pernah terbukti memimpin bahkan sekecil kecamatan pun tidak? Saya tidak tahu.
Ada yang bilang Prabowo tegas, tegas dari mana? Kadernya saja tidak bisa dia kendalikan. Ada yang bilang Prabowo adalah macan Asia. Macan Asia dari mana wong selama ini ngurus kuda. Ada yang bilang Prabowo hebat. Hebatnya dari mana, wong dari militer saja dipecat secara tidak hormat. Ada yang bilang Prabowo siap mengorbankan diri untuk bangsa. Siap bagaimana, selama ini tidak berbuat apa-apa setelah dipecat – malah diduga lari ke.
